Sinian terbangun dan mendapati dirinya telah berpindah ke era 80-an. Bukan hanya dia seorang putri palsu yang diusir dari rumah, tapi dia juga harus menggantikan putri kandung untuk menikah dengan pria bercerai berusia lebih tua yang punya dua anak. Apa? Jadi ibu tanpa rasa sakit? Ada hal bagus seperti itu? Sinian langsung memilih menikah, tak disangka pria tua itu tinggi, tampan, dan langsung memberi uang tanpa alasan. Cemoohan kerabat, ejekan putri kandung, makian orang tua angkat—Sinian balas semuanya satu per satu. Maaf, soal kualitas diri tidak jelas, tapi hadapi yang kuat jadi lebih kuat!