Eli ketahuan menonton pornografi gay, dan kini seluruh kampus tahu dia menyukai pria. Salah satunya adalah pria yang dia sukai—tapi dia bukan satu-satunya yang mengawasi. Teman sekamar lainnya mengaku membencinya, namun diam-diam semakin jatuh, selangkah demi selangkah. Kini kedua teman sekamarnya jadi brutal karenanya—satu dengan jebakan manis, yang lain dengan hasrat posesif. Langkah Eli? Dia mengendalikan keduanya. Aturannya sederhana: dia tidak memilih siapa pun. Mau bertahan? Ikuti aturannya.