Berlatar di Kota Hujan pada era Republik Tiongkok, Shao Wenchuan dan Ruan Qingxian menyelidiki buku kas lembaga bantuan yang telah ditukar. Berawal dari detail seperti kertas, segel lilin, dan kunci, keduanya berpegang pada bukti, tidak mudah percaya desas-desus, dan tak tergesa-gesa menyalahkan juru hitung yang hilang. Seiring penyelidikan semakin dalam, mereka menemukan buku kas asli sehingga dana bantuan dapat diaudit ulang. Kisah ini berpusat pada rasionalitas, kerja sama, dan tanggung jawab, mengajarkan bahwa saat menghadapi keraguan kita harus menghormati fakta dan berani bertanggung jawab, menjaga kebenaran serta kepentingan publik dengan kesabaran dan nurani.