Tahun 1911, ia menyeberangi Samudra Atlantik demi cinta, tetapi yang ia dapatkan justru pengkhianatan tunangannya bersama putri bangsawan. Di saat tak ada jalan keluar, ia menikah dengan pria misterius yang terluka di kapal, seorang pemuda miskin yang mengaku bekerja sebagai tukang api di pabrik baja. Demi bertahan hidup, ia bekerja sebagai juru steno di rumah keluarga kaya, sementara suaminya menyekop batu bara di ruang tungku. Ketika wanita jahat menggantungnya di atas tungku peleburan baja sebagai ancaman, dan pria brengsek itu mengejeknya "kamu hanya pantas jadi selingkuhanku", suaminya si tukang api yang setiap hari pulang dengan wajah kotor itu dengan tenang berkata: "Usir mereka keluar." Seluruh ruangan pun membisu... Barulah saat itu ia menyadari, pria yang dinikahinya sepertinya bukan sekadar tukang api.