Dalam "72 Jam di Alam Liar", enam anak muda yang tidak saling mengenal dilempar ke hutan perawan oleh sebuah acara realitas alam liar. Kru acara berjanji akan menjemput mereka pulang setelah 72 jam, tetapi pada malam pertama mereka memutus semua komunikasi dan tak seorang pun muncul lagi. Kehabisan makanan, hujan badai, kawanan serigala, langkah kaki misterius, dan sepasang mata di balik kamera yang terus mengawasi mereka—ketika kebohongan terungkap, mereka hanya bisa mengandalkan diri sendiri untuk keluar dari hutan ini hidup-hidup. 72 jam adalah batas bertahan hidup, sekaligus ujian sesungguhnya bagi sisi manusiawi mereka.