Saat itu Sasa masih sangat polos dan belum sekuat sekarang. Ia menyewa kamar kecil, ruangnya begitu sempit sampai bos yang datang khusus untuk menidurinya pun merasa jijik. Tubuhnya masih kaku, reaksinya canggung, dan saat dimasuki ia tak bisa menahan gemetar. Namun justru dari kamar sewa sederhana itulah, sedikit demi sedikit ia dilatih, dipakai, dan diubah total menjadi tempat pelampiasan pribadi sang bos besar.